Perpustakaan madrasah merupakan salah satu sumber belajar dalam mendukung pencapaian hasil belajar yang berkualitas. Sebagai sumber belajar, keberadaan perpustakaan madrasah sangat dibutuhkan seluruh civitas akademika baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik dalam rangka menggali ilmu untuk memperluas dan memperdalam pengetahuannya.
Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan madrasah sangatlah penting karena selain sebagai sumber belajar juga untuk meningkatkan minat membaca serta menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik, khususnya di lingkungan madrasah. Dengan terciptanya budaya literasi di lingkungan madrasah diharapkan dapat semakin meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik peserta didik.
Mengingat betapa pentingnya keberadaan perpustakaan untuk menunjang proses pembelajaran maka pada tanggal 16 Maret 1978 berdirilah perpustakaan MAN Purworejo bertepatan dengan berdirinya madrasah. Sejak awal berdirinya MAN Purworejo mempunyai dua lokasi yakni di Jl. Kartini Sindurjan dan di Jl. Brigjend Katamso, Pangenjurutengah.
Pada awalnya Perpustakaan MAN Purworejo hanya berada di lokasi jalan Kartini dengan menempati ruang kecil sekitar Kantor TU, kemudian pindah ke ruang yang berukuran sebesar ruang kelas. Pada tahun 1984 MAN Purworejo mengadakan pengembangan lokasi ke Jl.Brigjend Katamso, Pangenjurutengah, saat itu perpustakaan madrasah beralih lokasi ke MAN Jl.Brigjend Katamso, Pangenjurutengah.
Pada tahun 2009, mengingat kebutuhan melayani siswa terhadap buku-buku untuk menunjang proses belajar mengajar maka di MAN Lokasi Kartini didirikan kembali Perpustakaan Madrasah khususnya melayani peserta didik kelas X dengan kepengurusan tersendiri. Demikian juga dengan perpustakaan di lokasi pangen memiliki kepengurusan tersendiri. Saat ini Perputakaan MAN lokasi Kartini untuk melayani peserta didik kelas XII, karena yang berada di lokasi Kartini,adalah peserta didik kelas XII.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, dalam satu lembaga tidak diperbolehkan ada 2 (dua) kepala perpustakaan, maka kepala perpustakaan yang berada di lokasi Kartini ditiadakan dan untuk selanjutnya kedua perpustakaan menjadi satu manajemen. Dan pada tahun 2020, Perpustakaan MAN Purworejo diberi nama Perpustakaan “Nurul Ulum”.
Pada bulan November 2022, Perpustakaan Nurul Ulum menempati gedung baru yang lebih representatif, hasil renovasi gedung lama ditambah perluasan ruang baru dengan fasilitas yang memadai sebagai tempat belajar dan sumber belajar, dari buku-buku pelajaran maupun buku-buku non pelajaran yang sampai saat ini (2023) ada sekitar 3.600 judul buku, majalah, koran, CD, atlas, kamus, ensiklopedi, APE (Alat Peraga Edukatif) dan media pembelajaran lainnya.
Semua fasilitas perpustakaan tersebut mulai ditata sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Penataan terus dilakukan, baik berkaitan dengan ruangan maupun sarana prasarana pendukung lainnya secara berkelanjutan, seperti penggunaan system otomasi (berbasis IT) dalam melayani pengguna. Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan perbendaharaan koleksi buku dan pelayanan kepada warga madrasah.